Posts Subscribe to This BlogComments

Follow Us

Saturday, December 3, 2011

15 Museum teraneh di dunia.

Tidak semua museum merupakan mercusuar dari tingginya suatu kebudayaan dan peradaban, karena beberapa di antaranya justru menyajikan aspek yang lebih eksotis dari sesuatu yang ada di muka Bumi. Tidak peduli meski museum itu menjadi aneh dan memamerkan objek yang dapat dianggap keterlaluan, karena museum-museum tersebut memang didedikasikan untuk itu.

Ini lah 15 museum teraneh berdasarkan kajian CNN.



Beijing Tap Water Museum, China




Semula museum ini hanyalah bekas gudang pipa yang berlokasi di pusat kota Beijing, namun kemudian diubah menjadi museum tentang seluk-beluk keran air. Di sini disimpan 130 benda yang terkait dengan keran, termasuk kupon keran air antik yang dikeluarkan perusahaan keran air pertama di Ibukota China itu, Jingshi Tap Water Company.

Namun demikian, jika Anda datang ke museum ini, jangan tergoda untuk memuaskan dahaga karena warga Beijing telah lama tahu bahwa air yang keluar dari keran mereka hampir tidak aman untuk diminum.



Museum of Bad Art, Amerika Serikat




Sebagian besar yang dikoleksi museum ini tidak akan membuat Anda tertarik jika Anda memang memahami seni atau sebuah hasil seni. Namun di sini ada lebih dari 600 koleksi yang telah disaksikan oleh begitu banyak orang yang pernah mengunjunginya.

Museum ini berada di tempat yang nyaman di samping toilet di sebuah ruang bawah tanah tua di Dedham, Massachusetts, museum ini memang hanya memamerkan hasil karya seni yang dinilai buruk, namun sayang untuk diabaikan. Jika Anda ke museum ini, Anda akan berfikir kalau lukisan-lukisan yang dipajang hanya lah hasil karya anak-anak atau yang mungkin Anda fikir dapat Anda buat ketika berusia lima tahun. Tapi jangan keliru, pelukisnya para orang dewasa dan remaja.



The Dog Collar Museum, Inggris




Ini mungkin menjadi tempat yang menarik bagi para pecinta anjing karena setiap tahun hampir setengah juta dari mereka mengunjungi museum ini.

The Dog Collar Museum didirikan oleh Lady Baillie, ahli waris terakhir Leeds Castle. Pewaris ini mengubah kastilnya menjadi museum karena dia dan keluarganya memang pecinta anjing. Mereka bahkan memiliki banyak anjing, yang di antaranya digunakan saat berburu.

Ada lebih dari 100 item menarik di museum ini, yang semuanya tentu saja terkait dengan anjing, termasuk aksesorisnya. Di antara koleksi yang dipamerkan di sini ada yang berkategori barang antik karena berasal dari abad 15 dan 16. Di antaranya kalung anjing antik dengan paku-paku di sekelilingnya, yang berguna untuk melindungi anjing dari serangan binatang lain.



British Lawnmower Museum, Inggris




Belum pernah melihat robot pemotong rumput bertenaga surya yang pertama kali diciptakan, atau mesin pemotong rumput yang asli? Datang saja ke museum ini.

Banyak kalangan menilai, museum ini sebenarnya sama sekali tidak menarik karena hanya memamerkan sesuatu yang masih dapat dilihat dimana saja. Namun demikian, orang tetap mendatanginya karena di sini juga dipamerkan mesin pemotong rumput milik kerajaan Pangeran Charles dan Putri Diana, mesin pemotong rumput termahal di dunia, dan sebagainya.



Avanos Hair Museum, Turki




Avanos, sebuah kota kecil di pusat Turki, sejak dulu dikenal sebagai penghasil gerabah yang luar biasa. Namun beberapa tahun terakhir kota ini semakin terkenal karena memiliki mueum aneh dan sangat tidak biasa, yakni museum yang mengoleksi rambut.

Museum ini dibuat oleh seniman bernama Chez Galip, dan dibuat di bawah studionya. Dinding-dinding museum yang didesain seperti gua-gua ini dihiasi rambut yang diklaim diminta dari 16.000 lebih wanita di Avanos dan sekitarnya. Agar menarik, rambut-rambut itu dihiasi dan 'gua' dihiasi tata warna dari lampu-lampu. Bahkan lantainya pun ditaburi rambut, sehingga mengesankan kalau lantai itu berbulu. Anda tertarik mengunjunginya?



Islandia Phallological Museum, Islandia




Koleksi museum ini benar-benar menabrak istilah tabu yang bagi kalangan orang timur masih dianggap sebagai sesuatu yang harus dipegang dan diperhatikan. Bahkan jika Anda mengunjungi museum ini, sulit rasanya untuk tidak berfikir jorok atau berfikiran ngeres.

Islandia Phallological Museum memiliki 276 koleksi penis pria berbagai bentuk dan ukuran, dari yang sangat kecil, yang panjangnya hanya 2 mm, hingga yang terbesar dan panjang dengan ukuran 1,7 meter. Museum yang didirikan 95 tahun lalu ini bertujuan untuk memberi pelajaran dan pengetahuan tentang seputar organ seks laki-laki.

Namun demikian, di sini juga ada hiasan berbentuk phallus atau penis, yang di antaranya berbentuk kap lampu terbuat dari testis banteng, batang pohon yang diukir hingga membentuk penis yang luar biasa besar, dan koleksi tulang penis walrus Kanada.



Bread Museum, Jerman




Museum ini tidak sebeken nama makanannya; roti, meski ada saja yang mengunjungi.

Di museum ini ada lebih dari 18.000 koleksi ‘roti’ dari kurun waktu 6.000 tahun terakhir.

Namun jangan kecele, meski bernama Museum Roti, di museum ini tak ada satu pun roti yang bisa dimakan karena seluru koleksinya merupakan hasil karya seni, seperti lukisan roti karya Salvador Dali, Ray dan Pablo Picasso, dan banyak lagi. Juga ada artefak kuno tentang roti yang berasal dari Zaman Batu.



Celebrity Lingerie Hall of Fame, Amerika Serikat




Tempat unik ini berada di lantai atas Frederick Hollywood, toko yang pertama kali memperkenalkan pakaian dalam wanita seperti push-up bra dan celana thong, kepada dunia. Di sini semua jenis pakaian dalam yang pernah dipakai selebritis, dipamerkan.

Celana pendek boxer yang dipakai Tom Hanks dalam film "Forrest Gump" dan celana seluruh pemain drama seri "Beverly Hills 90210", termasuk bagian dari pakaian yang dipamerkan. Begitu pula gaun yang dipakai Milton Berle di acara televisi, dan bra yang pernah digunakan oleh Phyllis Diller.

Ide pendirian museum ini memang nyeleneh, namun mungkin juga berbau strategi bisnis, karena lantai dasar Frederick Hollywood berfungsi sebagai ritel. Ketika kerusuhan melanda Los Angeles pada 1992, museum ini ikut menjadi korban penjarahan, sehingga bra ungu berhiaskan emas milik Madonna yang ikut dipamerkan di sini, hilang, dan Frederick terpaksa mengganti sebesar AS $ 10.000. Namun uang pengganti itu disumbangkan untuk amal.



Salt and Pepper Shaker Museum, Amerika Serikat




Pendiri museum unik adalah Andrea Ludden, seorang antropolog yang memang tergila-gila pada garam dan lada. Ia pernah melakukan studi tentang kedua bumbu masakan ini dan menuangkannya dalam sebuah buku.

Di museumnya ini ada lebih dari 22.000 set garam dan lada yang disusun sedemikian rupa, sehingga orang akan tahu darimana saja garam dan lada itu berasal, apa saja manfaatnya, dan sebagainya.

Sesuai isinya, bangunan museum ini juga unik dan mengingatkan orang pada bangunan rumah yang umum ditemukan di salah satu kota kecil di Amerika, yakni Americana. Desain interior museum ini dilengkapi model restoran Mc Donald, kerangka manusia, ruangan alien, para petani Amish yang sedang memanen lada, dan berbagai jenis sayuran. Tapi tentu saja, agar isi museum tidak rusak dimakan waktu, koleksi yang mudah rusak seperti sayur-mayur, hanya benda-benda duplikat semata.



The Kunstkamera, Rusia




Ini merupakan museum pertama yang dianggap paling aneh di Rusia. Sebanyak lebih dari 200.000 koleksi yang dipamerkan di sini, yang semuanya milik Tsar Petrus, salah seorang kaisar Rusia, semuanya terkait dengan keanehan alam dan manusia yang dikumpulkan untuk menghilangkan kepercayaan rakyat Rusia tentang monster.

Jika Anda ke museum ini, Anda akan menemukan benda-benda mengerikan seperti ratusan janin yang diawetkan dalam tabung yang di antaranya dalam kondisi cacat, makhluk dengan kepala atau anggota badan ekstra besar, dan penggalan kepala manusia yang diawetkan dengan cuka.

Dulu museum ini berada dalam rumah Tsar Petrus, namun kini rumah itu telah diubah pemerintah Rusia menjadi Museum Antropologi dan Etnografi modern. Namun demikian,koleksi-koleksi mengerikan sang Tsar masih berada di sana, termasuk koleksi boneka dari suku-suku di Rusia.



International Cryptozoology Museum, Amerika Serikat




Ini lah museum yang seluruh koleksinya terdiri dari hewan-hewan yang hingga kini belum dapat diverifikasi keberadaannya, namun ada dalam legenda, kepercayaan suku bangsa, dan agama tertentu. Pendirinya Loren Coleman, salah seorang pakar terkemuka di bidang cryptozoology, ilmu yang mempelajari tentang hewan-hewan mitos atau hewan yang tidak mungkin ada di dunia ini.

Selama bertahun-tahun melakukan studi, Coleman mengumpulkan specimen dan artefak yang berkaitan dengan makhluk-makhluk itu, dan dipamerkan dalam museumnya. Maka jika Anda mendatangi museum ini, Anda akan menemukan replika sosok yang diyakini sebagai Yeti dari Himalaya, binatang raksasa berleher panjang dari danau Loch Ness, ikan raksasa coelacanth, putri duyung, dan contoh rambut, kotoran, dan jejak kaki binatang yang mungkin tidak pernah berjalan di permukaan Bumi.



Momofuku Ando Instant Ramen Museum, Jepang




Ini lah museum yang berisi makanan yang biasanya dipilih oleh para bujangan dan mahasiswa yang putus kuliah; mi instan. Museum ini didirikan untuk menghormati pencipta mi instan ramen, Momofuku Ando, yang berjuang menciptakan mi demi dapat untuk membuat makanan murah bagi warga miskin Jepang yang menjadi korban Perang Dunia II.

Selain memamerkan beragam produk mi instan, museum ini juga menyediakan katalog mi instan yang semuanya diproduksi oleh Nissin, perusahaan mi yang didirikan Ando. Museum bahkan menyediakan dapur di mana pengunjung dapat membuat sendiri ayam istan untuk ditambahkan pada semangkok mi yang diseduh dengan air panas yang disediakan museum.



Siriraj Medis Museum (Museum of Death), Thailand




Jika Anda memiliki penyakit lemah jantung, penakut, dan penjijik, sebaiknya jangan mencoba memasuki museum ini karena sesuai namanya, koleksi yang dipamerkan di sini memang kurang nyaman untuk dinikmati.

Ketika Anda akan memasuki museum, Anda disambut oleh kerangka pendiri museum yang sedang ‘tersenyum’ hangat untuk menyambut ‘tamu-tamunya’. Di dalam musim, Anda akan menemukan sejumlah koleksi yang rasanya seperti sesuatu dari hasil sebuah pembantaian manusia, seperti otak yang berlumuran darah, tangan dan kaki yang putus karena dimutilasi, paru-paru yang dipotong oleh pisau hingga menimbulkan luka yang dalam, dan tengkorak yang dihujam oleh sebutir peluru. Di museum ini bahkan ada mumi Si Ouey, kanibal terkenal di Thailand yang membunuh beberapa anak pada 1950, dan memakan anggota tubuh para korbannya.

Tak dapat dipungkiri kalau museum ini memiliki cukup banyak koleksi yang memperlihatkan kepada kita bagaimana sebuah kematian yang mengerikan dapat terjadi kepada manusia setiap saat dan kapan saja. Namun demikian, banyak kalangan menilai kalau koleksi museum ini memiliki nilai seni, sehingga museum ini dilaporkan termasuk yang paling populer di Thailand.



Clown Hall of Fame and Research Center, Amerika Serikat




Mungkin ini museum yang paling kocak yang akan membuat Anda sangat sering tertawa ketika berada di dalamnya.

Di museum ini profesi badut benar-benar dihargai sehingga apapun yang terkait dengan mereka, ada di sini. Museum ini bahkan memiliki arsip tentang kisah kehidupan para badut yang menarik di balik riasan setebal satu inci di wajahnya, dan kostum yang menyembunyikan sosok ril mereka. Di museum ini juga ada data tentang para badut dari sirkus-sirkus legendaris, yang memungkinkan Anda mengetahui apa saja yang yang membuat para badut itu menangis.



Museum of Enduring Beauty, Malaysia




Museum yang berada di lantai tiga Museum Rakyat Malaysia ini merupakan monumen yang berisi koleksi yang cenderung ekstrem mengenai orang-orang tempo dulu yang ingin membuat dirinya merasa cantik, bahkan sangat cantik.

Berdasarkan artefak, foto-foto dan replika yang dipamerkan, diketahui kalau orang-orang di awal peradaban memiliki konsep-konsep yang keterlaluan untuk menjadi cantik, seperti mengikat kaki, menyisipkan sebuah benda pipih berbetuk bulat seperti cakram disk ke mulut, membentuk kepala dengan cetakan berbentuk oval, dan banyak lagi. Bahkan agar memiliki leher yang jenjang, mereka mengalungkan gelang-gelang kuningan di batang leher, sementara agar memiliki daun telinga yang panjang, mereka menggunakan piring sebagai anting.

Jika Anda ngotot ingin memasuki museum ini, jangan lupa membawa aspirin. Siapa tahu Anda akan pusing saat keluar dari sana. Atau segera lah bercermin agar Anda lebih menghargai apapun yang diberikan Tuhan untuk fisik Anda.


Sumber

Related Post



1 komentar:

  • Post a Comment

    Popular Posts

    Tracker

    free counters IP

    Recent Comments

     

    Profil

    My Friends

    Silahkan Masukan Email Anda Untuk Berlangganan

    Enter your email address:

    Delivered by FeedBurner